Oleh: Syaiful Rahman, S.Pd., M.Pd
Sering kali kita merasa bahwa setiap keberhasilan adalah hasil dari kerja keras dan ikhtiar kita sendiri. Memang benar, usaha adalah kewajiban. Namun, jika kita mau merenung lebih dalam, kita akan menyadari bahwa tidak ada satu pun pencapaian yang diraih seorang diri.
Ikhtiar dan capaian yang kita nikmati hari ini bukan semata-mata lahir dari usaha kita saja. Ada banyak tangan yang membantu ketika kita mengalami kesulitan. Ada banyak lisan yang menyampaikan informasi, membuka peluang, memberikan masukan, bahkan memperkenalkan kita kepada orang-orang yang tepat. Ada pula begitu banyak doa yang dipanjatkan oleh orang tua, keluarga, guru, sahabat, dan orang-orang yang tulus menginginkan kebaikan untuk kita.
Bahkan, ada begitu banyak peran yang tidak pernah kita ketahui. Mungkin seseorang pernah menyebut nama kita dalam sebuah kesempatan sehingga pintu rezeki terbuka. Mungkin ada yang membela kita ketika kita tidak hadir. Mungkin ada yang diam-diam mendoakan kita di sepertiga malam tanpa pernah menceritakannya. Semua itu adalah bagian dari pertolongan Allah yang hadir melalui perantara manusia.
Karena itu, jangan pernah merasa bahwa keberhasilan adalah milik kita sepenuhnya. Jangan biarkan jabatan, prestasi, atau penghargaan melahirkan kesombongan. Sebab, ketika Allah berkehendak, semua kemudahan itu bisa datang melalui siapa saja yang Dia pilih sebagai perantara.
Orang yang bijaksana tidak hanya mengingat siapa yang membantunya ketika berada di bawah, tetapi juga tetap menghargai mereka ketika dirinya telah berada di atas. Mengucapkan terima kasih, menjaga silaturahmi, menghormati guru, menghargai rekan kerja, serta mendoakan orang-orang yang pernah berjasa adalah bentuk akhlak mulia yang akan menjaga keberkahan hidup.
Mari biasakan untuk tidak melupakan jasa sekecil apa pun yang pernah diberikan orang lain. Karena sesungguhnya, hidup ini adalah rangkaian pertolongan yang Allah hadirkan melalui banyak tangan, banyak lisan, dan banyak hati yang mungkin tidak pernah kita sadari.
Maka, jika hari ini Allah memberikan kita kemudahan, amanah, atau keberhasilan, tetaplah rendah hati. Bersyukurlah kepada Allah, berterima kasihlah kepada manusia, dan jangan pernah merasa paling berjasa atas apa yang telah kita capai.
Sebab sejatinya, semakin tinggi seseorang, semakin ia sadar bahwa keberhasilannya dibangun oleh banyak tangan yang menguatkan, banyak mulut yang menginformasikan dan mendoakan, serta banyak peran yang bahkan tidak pernah ia ketahui. Itulah alasan mengapa kesombongan tidak pernah memiliki tempat di hati orang-orang yang beriman.
"Tidak semua orang yang berjasa akan terlihat. Tidak semua kebaikan akan terdengar. Namun Allah mengetahui setiap tangan yang membantu, setiap lisan yang mendoakan, dan setiap hati yang tulus. Maka jangan pernah lupakan jasa orang-orang di sekitarmu."
